Senin, 24 September 2012

kehidupanmu saat ini adalah akibat dari pilihanmu di masa lalu.

Seorang tukang bangunan yang sudah
tua berniat untuk pensiun dari
profesi yang sudah ia geluti selama
puluhan tahun.
Ia ingin menikmati masa tua bersama
istri dan anak cucunya. Ia tahu ia
akan kehilangan penghasilan rutinnya
namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh
istirahat. Ia pun menyampaikan
rencana tersebut kepada mandornya.
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia
akan kehilangan salah satu tukang
kayu terbaiknya, ahli bangunan yang
handal yang ia miliki dalam timnya.
Namun ia juga tidak bisa memaksa.
Sebagai permintaan terakhir sebelum
tukang kayu tua ini berhenti, sang
mandor memintanya untuk sekali lagi
membangun sebuah rumah untuk terakhir
kalinya.
Dengan berat hati si tukang kayu
menyanggupi namun ia berkata karena
ia sudah berniat untuk pensiun maka
ia akan mengerjakannya tidak dengan
segenap hati.
Sang mandor hanya tersenyum dan
berkata, "Kerjakanlah dengan yang
terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas
membangun dengan semua bahan terbaik
yang ada."
Tukang kayu lalu memulai pekerjaan
terakhirnya. Ia begitu malas-malasan.
Ia asal-asalan membuat rangka
bangunan, ia malas mencari, maka ia
gunakan bahan-bahan berkualitas
rendah. Sayang sekali, ia memilih
cara yang buruk untuk mengakhiri
karirnya.
Saat rumah itu selesai. Sang mandor
datang untuk memeriksa. Saat sang
mandor memegang daun pintu depan, ia
berbalik dan berkata, "Ini adalah
rumahmu, hadiah dariku untukmu!"
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia
sangat menyesal. Kalau saja sejak
awal ia tahu bahwa ia sedang
membangun rumahnya, ia akan
mengerjakannya dengan
sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya,
ia harus tinggal di rumah yang ia
bangun dengan asal-asalan.
Inilah refleksi hidup kita!

Pikirkanlah kisah si tukang kayu ini.
Anggaplah rumah itu sama dengan
kehidupan Anda. Setiap kali Anda
memalu paku, memasang rangka,
memasang keramik, lakukanlah dengan
segenap hati dan bijaksana.
Sebab kehidupanmu saat ini adalah
akibat dari pilihanmu di masa lalu.
Masa depanmu adalalah hasil dari
keputusanmu saat ini.

Janganlah suka cari alasan untuk menutupi kegagalan.

Tidak baik jika kita menutup-nutupi
kelemahan dan kegagalan dengan
banyak alasan. Terimalah, dan hadapilah

kegagalan itu sebagai pengalaman dan
pelajaran berharga, agar bisa jadi
pedoman dan tuntunan untuk mencapai
kemajuan dan keberhasilan yang lebih
berarti di kemudian hari.
Kita tahu bahwa dunia ini selalu
berputar. Adakalanya manusia ada di
bawah, atau sebaliknya ada di atas.
Ada orang bertanya kepada saya,
bagaimana dengan kenyataan yang
sering kita lihat begitu banyak
orang-orang yang selalu di bawah?

Bukankah mereka juga tinggal di bumi
yang sama dengan orang-orang yang
mampu dan kuat berada di atas? Sering
kita lihat orang-orang yang sudah di
atas malah semakin ke atas.
Temanku, pandangan itu semua
hanyalah ironi. Kita tidak pernah
tahu apa yang terjadi pada mereka
yang sudah ada di atas. Kebanyakan
di antara kita melihat mereka yang di atas
selalu dari 'materi' atau jabatan.
Namun percayalah, setiap orang
mengalami pasang surut.
Belajarlah dari orang-orang yang
sudah ada di atas, dan orang-orang
yang berada di bawah. Jangan hanya
melihat ke atas.
Banyak pelajaran yang bisa diambil
dari keduanya, yang bisa engkau
jadikan bekal tuk menjadi pribadi
yang luhur bijaksana, sukses lahir
dan batin.

Pepatah mengatakan:

"Kebesaran seseorang tidak terlihat
ketika dia berdiri dan memberi
perintah. Kebesaran seseorang akan
terlihat ketika dia berdiri sama
tinggi dengan orang lain, dan
membantu orang lain untuk
mengeluarkan yang terbaik dari diri
mereka untuk mencapai sukses" - Prof.
G. Arthur Keough

Janganlah suka cari alasan untuk

menutupi kegagalan. Sebaliknya,
carilah terus 'cara' untuk menggapai
keberhasilan

Senin, 17 September 2012

Assiq

CERITA LUCU 3

Alkisah suatu saat Ismail Al-Qadhi masuk kepada khalifah Abbasiyyah waktu itu, lalu disuguhkan padanya sebuah kitab yang berisi tentang keringanan dan ketergelinciran para ulama. Setelah membacanya dia berkomentar : “Penulis buku ini adalah zindiq, sebab orang yang membolehkan minuman memabukkan tidaklah membolehkan nikah mut’ah, dan orang yang membolehkan nikah mut’ah tidaklah membolehkan nyanyian, tidak ada seorang alim pun kecuali memiliki ketergelinciran. Barangsiapa memungut semua kesalahan ulama niscaya akan hilang agamanya”. Akhirnya, buku itu diperintahkan supaya dibakar. [Siyar A’lam Nubala 13/465,Adz-Dzahabi]
==============================================
Diceritakan ada lelaki yang sangat durhaka kepada sang ayah sampai tega menyeret ayahnya ke pintu depan untuk mengusirnya dari rumah. Sang lelaki ini dikarunia anak yang lebih durhaka darinya. Anak itu menyeret bapaknya sampai kejalanan untuk mengusirnya dari rumahnya. Maka sang lelaki berkata : “Cukup… Dulu aku hanya menyeret ayahku sampai pintu depan”. Anak dari lelaki itu menimpali : “Itulah balasanmu. Adapun tambahan ini sebagai sedekah dariku!”.
=====================================
Dzaadzan berkata :
“Saya adalah seorang pemuda yang bersuara merdu, pandai memukul gendang, ketika saya bersama teman-teman sedang minum minuman keras, lewatlah Ibnu Mas’ud, maka ia pun memasuki (tempat kami), kemudian ia pukul tempat (yang berisikan minuman keras) dan membuangnya, dan ia pecahkan gendang (kami), lalu ia (Ibnu Mas’ud) berkata : “Kalaulah yang terdengar dari suaramu yang bagus adalah Al-Qur’an maka engkau adalah engkau… engkau”.
Setelah itu pergilah Ibnu Mas’ud. Maka aku bertanya kepada temanku : “Siapa orang ini ?” mereka berkata : “Ini adalah Abdullah bin Mas’ud (sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam)”.
Maka dengan kejadian itu (dimasukkan) dalam jiwaku perasaan taubat. Setelah itu aku berusaha mengejar Abdullah bin Mas’ud sambil menangis, (setelah mendapatinya) aku tarik baju Abdullah bin Mas’ud.
Maka Ibnu Mas’ud pun menghadap kearahku dan memelukku menangis. Dan ia berkata : “Marhaban (selamat datang) orang yang Allah mencintainya”. Duduklah! lalu Ibnu Mas’ud pun masuk dan menghidangkan kurma untukku [Siyar ‘Alamun Nubala 4/28]
=====================================================
Adalah Al-Hasan Al-Basri duduk dalam majelisnya dimana setiap hari ia mengadakan majelis ditempat itu. Adapun Habib Al-Ajami duduk dalam majelisnya dimana ahli dunia dan perdagangan mendatanginya. Dan ia lalai dengan menjelis Al-Hasan Al-Basri, dan tidak menoleh sedikitpun dengan apa yang disampaikan oleh Al-Hasan Al-Basri. Hingga suatu hari ia ingin mengetahui apa yang disampaikan Al-Hasan Al-Basri, maka dikatakan kepadanya : “Dalam majelis Al-Hasan Al-Basri diceritakan tentang surga, neraka dan manusia diberi semangat untuk mendapatkan akhirat, dan ditanamkan sikap zuhud terhadap dunia (memfokuskan segala karunia Allah untuk akhirat). Maka perkataan ini menancap dalah hatinya, lalu ia pun berkata : “Mari kita mendatangi majelis Al-Hasan Al-Basri!”, maka berkatalah orang-orang yang duduk dalam majelis kepada Al-Hasan Al-Basri : “Wahai Abu Said ini adalah Habih Al-Ajami menghadap kepadamu nasehatilah ia. Lalu Habib Al-Ajami menghadap Hasan Al-Basri dan Hasan Al-Basri menghadap kepadanya, lalu ia nasehati Habib Al-Ajami, ia ingatkan dengan syurga, ia takut-takuti dengan neraka, ia hasung untuk melakukan kebaikan, ia ingatkan untuk berlaku zuhud di dunia. Maka Habib Al-Ajami pun terpengaruh dengan nasehat itu, lalu bersedekah 40 ribu dinar. Dan iapun berlaku qona’ah (menerima) dengan hal sedikit, dan ia terus beribadah kepada Allah hingga meninggal dunia” [Hilyatul Aulia 6/149 dengan sedikit perubahan, dan lihat Siyar ‘Alamun Nubala 6/144]
==============================================
Abu Nu’aim mengutip dalam kitab “Al-Hilyah” dengan sanadnya kepada Ibrahim bin Sulaiman Az-Zayyat, dimana ia berkata :
“Adalah kami berada disisi Sufyan Ats-Tsauri, lalu datanglah seorang wanita dan mengeluhkan anak laki-lakinya, wanita itu berkata : “Wahai Abu Abdullah saya mendatangimu agar engkau menasehatinya? Maka Sufyan Ats-Tsauri berkata : Ya, datangkan anakmu itu”. Kemudian perempuan itu datang bersama anaknya, maka Sufyan Ats-Tsauri pun menasehati anak itu, setelah selesai berpalinglah anak itu pergi. Maka kembalillah wanita tadi sesudah beberapa waktu dan berkata : “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan wahai Abu Abdullah (Sufyan Ats-Tsauri)”, dan ia pun menceritakan perilaku anaknya yang ia sukai setelah mendapat nasehat Sufyan Ats-Tsauri.
Setelah beberapa lama, datanglah kembali wanita itu dan berkata : “Wahai Abu Abdullah, annakku tidak pernah tidur dimalam hari, dan pada siang hari ia berpuasa, tidak makan dan tidak pula minum. Maka berkatalah Sufyan Ats-Tsauri : “Celaka anda, mengapa ia berbuat demikian ?” Wanita itu menjawab : “Untuk mencari hadits”. Maka Sufyan Ats-Tsauri berkata : “Harapkanlah dirimu darinya pahala dari sisi Allah” [Hilyatul Aulia 4/65,66]
Sufyan Ats-Tsauri adalah salah seorang ulama terkemuka, dan seorang yang banyak menyuruh kebaikan, tidaklah ia takut celaan orang yang suka mencela dijalan Allah, hingga berkata salah seorang diantara mereka ; “Adalah saya keluar bersama Sufyan Ats-Tsauri, maka hampir-hampir lisannya tidak putus dari menyuruh kebaikan dan melarang dari kemungkaran baik ketika pergi atau pulang” [Hilayatul Aulia]
=======================================================
Ada sebuah kisah menarik tentang kematian Imam ash-Shan’ani (w 1182H), yaitu beliau tertimpa sakit perut (mencret) yang menguras isi perut beliau .Keluarga beliau mencarikan obat tetapi tidak berguna sedikitpun.
Kemudian dibawakan 2 buah buku kepada beliau, yaitu Al-Insan Al Kamil karya Al Jili, dan al-Madhnun Bihi ‘Ala Ahlihi karya Al-Ghazali, yang beliau pernah berkomentar : “Aku tidak menganggapnya sebagai karya beliau. Buku ini hanyalah dinisbatkan secara dusta.” Kemudian imam Ash-Shan’ani berkata : “Kemudian aku menelaah buku tersebut, maka aku temukan buku tersebut berisi kekufuran yang nyata, maka aku perintahkan supaya kedua buku itu dibakar dengan api dan apinya digunakan untuk membuat roti untukku.” Kemudian beliau makan roti dengan niat sebagai obat,setelah itu beliau tidaklah merasa sakit.
==================================================
Pada biografi Abu Kuraib Muhammad bin Al ‘Ala Al Hamdani (w.248) ,Muthayan berkata :”Abu Kuraib berwasiat agar buku-buku karyanya dipendam, maka dilaksanakan wasiat beliau.”
Kemudian Adz-Dzahabi didalam Siyar 11/397 memberikan komentar : “Beberapa ahli hadits telah mewasiatkan agar buku-bukunya dipendam, dibakar, atau dicuci (dilunturkan tintanya), karena takut buku tersebut dipegang oleh muhaddits yang kurang agamanya, kemudian ia akan merubah-rubah dan menambahinya, kemudian hal itu dinisbatkan kepada Al-Hafidz (ahli hadits pemilik kitab). Atau didalam kitab itu terdapat riwayat yang putus atau lemah yang tidak pernah ia ceritakan, sedangkan yang telah ia riwayatkan adalah hal-hal yang telah dipilih. Maka ia pada akhirnya membenci hasil tulisannya, dan tidak ada jalan lain kecuali harus dimusnahkan.Karena hal ini dan lainnya ia memendam buku-bukunya.”
Syaikh Masyhur berkata : “Buku-buku yang penuh dengan racun kalajengking dan ular (yang berisi kejelakan dan kemungkaran) lebih layak untuk dipendam, dimusnahkan dan dibakar.
==============================================
Seseorang dari Afrika berkata : “Ada seorang syaikh, di antara syaikh Thariqah Sufi. Setiap selesai melakukan shalat, dia mengangkat tangannya dan mendo’akan kecelakaan untuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Dia memohon kepada Allah, agar Allah menimpakan kerburukan kepadanya …dan seterusnya”. Do’a yang menjadikan bergidik hati orang-orang yang bertauhid.
Seorang Afrika tadi berkata : “Suatu kali aku mendatanginya, aku membawa kitab tauhid, tetapi aku melepaskan sampulnya dan aku buang judulnya. Aku menemuinya, duduk bersamanya, dan mulai mengobrol. Dia (syaikh Sufi) berkata kepadaku : ‘Kitab apa ini ?’. Aku jawab : ‘Kitab yang berisi ayat dan hadits, ditulis oleh seorang ulama’. Dia berkata : ‘Bolehkah aku membacanya?’. Maka seolah-olah aku berharap agar dia tambah meminta dan penasaran. Aku lalu memberikannya, dan berkata : “Tetapi aku ingin engkau meringkaskan kitab ini untukku, karena aku tidaklah seperti anda, seorang alim yang agung, sehingga aku mendapatkan manfaat”.
Maka besoknya dia kembali, lalu syaikh itu mengatakan : “Kitab ini sangat bagus, kitab ini menjelaskan berdasarkan ayat dan hadits, bahwa kita berada di atas kesesatan, kebodohan, dan penyimpangan. Didalamnya hanya ada firman Allah dan sabda Rasul. Siapakah yang menyusunnya ?” Dia menjawab : “Inilah penyusunnya, orang yang selalu engkau do’akan kecelakaan pada waktu malam dan siang”. Maka syaikh itu bertaubat kepada Allah saat itu juga. Dahulu dia selalu mendo’akan kecelakaan untuknya, kemudian dia lalu mendo’akan kebaikan untuknya. Inilah Imam Muhammad bin Abdul Wahhab.
======================================================
Ibnu Abil ‘Izz rahimahullah berkata: “Ketinggian Allah di samping ditetapkan melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah ditetapkan pula melalui akal dan fitrah. Adapun tetapnya ketinggian Allah melalui akal dapat ditunjukkan dari sifat kesempurnaan-Nya. Sedangkan tetapnya ketinggian Allah secara fitrah, maka perhatikanlah setiap orang yang berdo’a kepada Allah Azza wa Jalla pastilah hatinya mengarah ke atas dan kedua tangannya menengadah, bahkan barangkali pandangannya tertuju ke arah yang tinggi. Perkara ini terjadi pada siapa saja, yang besar maupun yang kecil, orang yang berilmu maupun orang yang bodoh, sampai-sampai di dalam sujud pun seseorang mendapat kecenderungan hatinya ke arah itu. Tidak seorang pun dapat memungkiri hal ini, dengan mengatakan bahwa hatinya itu berpaling ke arah kiri dan kanan atau ke bawah.”
Ini adalah penjelasan bahwa allah berada di atas langit, dan bantahan bagi yang menganggap allah ada dimana-mana, atau yang menganggap Allah tidak bertempat.
=======================================================
Anas bin Malik meriwayatkan dari Aisyah Radhiallaahu anha, bahwa ada seorang miskin meminta-minta kepadanya padahal dia sedang berpuasa, sementara di rumahnya tidak ada makanan selain sekerat roti kering, berkata Aisyah kepada pembantunya, “Berikan roti itu kepadanya,” si pembantu menyahut, “Anda nanti tidak memiliki apa-apa untuk berbuka puasa. Maka beliau berkata lagi, “Berikan roti itu kepadanya.” Perawi mengatakan, “Maka pembantu itu melakukannya, dan dia berkata, “Belum menjelang sore ada salah satu dari keluarga Nabi, atau seseorang yang pernah memberi hadiah mengantarkan daging kambing (masak) yang telah ia bungkus. Maka beliau memanggilku dan berkata, “Makanlah engkau, ini lebih baik daripada rotimu tadi.”
(HR Malik dalam al Muwaththa’ 2/997)
=========================================================
Al-Haitsam bin Jamil meriwayatkan bahwa Fudhail bin Marzuq datang kepada al Hasan bin Huyaiy karena ada kebutuhan yang sangat mendesak, sedangkan dia tidak punya apa-apa. Maka al Hasan memberikan enam dirham dan dia memberitahukan, bahwa ia tidak memiliki selain itu. Maka Fudhail berkata, “Subhanallah, Saya mengambil semuanya sedangkan engkau tidak punya yang lain?” Namun al Hasan enggan mengambil semuanya, dan Fudhail juga enggan. Akhirnya dinar itu dibagi dua, dia ambil tiga dinar dan dia tinggalkan tiga dinar.(Tahdzib al Kamal 23/308)
 
1 dinar sama dengan kira-kira 4,25 gram emas murni, sekitar 500ribu rupiah
1 dirham sama dengan kira-kira 3,3 gram perak, sekitar 10ribu rupiah
=========================================================
Diriwayatkan dari Yahya bin Hilal al Warraq dia berkata,”Saya datang kepada Muhammad bin Abdullah bin Numair untuk mengadukan sesuatu kepadanya, maka dia mengeluarkan empat atau lima dirham seraya berkata, “Ini separuh harta yang ku miliki. Dan dalam kesempatan lain aku mendatangi Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal, dia mengeluarkan empat dirham dan berkata, “Ini keseluruhan yang aku miliki.” (riwayat Ibnul Jauzi dalam Manaqib Imam Ahmad hal 320)
 
=========================================================
Dari Aun bin Abdullah dia berkata, “Seseorang yang sedang berpuasa berteduh, ketika menjelang berbuka seorang pengemis datang kepadanya, ketika itu dia memiliki dua potong kue. Maka salah satunya diberikan kepada si pengemis, namun sejenak ia berkata, “Sepotong tidaklah membuatnya kenyang, dan sepotong lagi tidak membuatku kenyang, maka kenyang salah satu lebih baik daripada kedua-duanya lapar.” Akhirnya ia berikan yang sepotong lagi kepada si pengemis. Kemudian ketika tidur dia bermimpi didatangi seseorang dan berkata, “Min-talah apa saja yang kau kehendaki.” Dia menjawab, “Aku minta ampunan. Orang tersebut berkata, “Allah telah melakukan itu untukmu, mintalah yang lain lagi!” Dia berkata, “Aku memohon agar orang-orang mendapatkan pertolongan.” (riwayat ad Dainuri dalam al Mujalasah 3/47)
=========================================================
Imam Syafi’i rahimahullah pernah ditanya, “Bagaimana hasrat tuan terhadap ilmu?”Beliau manjawab, “Saya seperti mendengar kata-kata yang tidak pernah saya dengar. Saya bahkan ingin agar saya punya banyak pendengaran, supaya bisa menikmati seperti yang dinikmati oleh kedua telinga saya”. “Bagaimana kerakusan anda terhadap ilmu?” Beliau menjawab,“Seperti rakusnya pencari harta yang mencapai puncak kenikmatan karena hartanya.’ ‘Bagaimana tuan mencari ilmu?’ beliau menjawab ‘Seperti seorang ibu yang bingung mencari anaknya, yang semata wayang’. Ibnu Asakir dalam menceritakan Abu Manshur Muhammad bin Husain An-Naisaburi berkata, ‘Beliau terus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, meski dalam kondisi fakir. Bahkan beliau mengulangi dan menulis pelajarannya di bawah sinar rembulan, karena tidak mampu membeli minyak lampu.’
Ibnu Katsir berkata, ‘Ilmu tidak bisa diperoleh dengan leha-leha.’ Muhammad bin Thahir Al-Maqdisi berkata, ‘Untuk menuntut ilmu hadits, saya mengalami kencing darah dua kali, pertama di Baghdad dan kedua di Makkah. Hal itu karena saya berjalan dengan kaki telanjang di tengah sengatan terik matahari. Saya tidak pernah naik kendaraan saat mencari hadits kecuali sekali, dan saya selalu membawa kitab-kitab di punggung saya.’ Sementara Imam Baqi bin Mukhallad Al-Andalusi pada tahun 221H berjalan kaki dari Andalus (Spanyol) ke Baghdad untuk menemui dan belajar kepada Imam Ahmad.
====================================================
Ahmad bin Ibrahim Al-Abbas berkata, ‘Ketika sampai berita wafatnya Imam Muhammad Ar-Razi, saya masuk kamar dan menangis. Keluargaku mengerumuniku dan bertanya, ‘Apa yang menimpamu?’ ‘Imam Muhammad Ar-Razi telah wafat, kalian melarangku ke sana untuk menuntut ilmu,’ jawab-ku. Akhirnya mereka mengizinkanku mencari ilmu kepada Syaikh Hasan bin Sinan.’
Abu Ali Al-Farisi berkata: ‘Terjadi kebakaran besar di Baghdad, semua kitabku terbakar, padahal saya menulisnya dengan kedua tanganku. Selama dua bulan saya tidak kuasa berbicara dengan seorang pun, karena kesedihan dan duka yang dalam, bahkan beberapa saat saya dalam keadaan linglung.’ Imam Syu’bah bin Al-Hajjaj berkata, ‘Saya ingat, saya pernah ketinggalan tidak mendengar satu hadits dari Syaikh saya, sehingga saya sakit (karena sangat menyesal dan sedih akibat ketinggalan tersebut).
=================================================
Dikisahkan, Imam Asad bin Al-Furat melakukan perjalanan ke Iraq untuk belajar kepada Syaikh Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani Rahimahullaah. Imam Asad berkata, “Saya orang asing dan bekalku hanya sedikit, bagaimana agar saya bisa belajar lebih dari sekedar mengikuti kajian tuan?” Syaikh Asy-Syaibani menjawab, “Tetaplah ikut kajian pada siang hari, dan saya khususkan waktu malam untuk mengajarimu sendirian. Menginaplah di rumahku dan kamu akan saya ajari ilmu’. Imam Asad berkata, “Maka saya pun menginap di rumah beliau, beliau mendatangiku dengan membawa seember air. Beliau lalu membacakan ilmu untukku, jika malam telah larut dan aku mengantuk, beliau mengambil air dan memercikkannya ke mukaku, sehingga saya bersemangat lagi. Demikian terus berlalu, sehingga saya selesai belajar ilmu apa saja yang saya inginkan.”
Abul Qasim Al-Muqri’ berkata, Imam Al-Hazimi senantiasa menelaah kitab dan mengarang hingga terbit fajar. Seseorang kemudian berkata kepada pembantunya, ‘Jangan kamu berikan minyak untuk pelitanya, barangkali beliau istirahat malam itu.’ Ketika malam tiba, Imam Al-Hazimi meminta minyak kepada pembantunya. Lalu dijawab, minyaknya telah habis. Imam Al-Hazimi lalu masuk ke rumahnya dan shalat di dalam kegelapan malam sampai terbit fajar.’
“Waktu mengandung dirimu dulu, ibumu pasti ngidamnya kopi ya? Abis gara-gara kamu aku jadi susssaaahh tidur…”
Sms sms lucu, humor, dan gokil :

“Sejuta kata cinta ingin kusampaikan. Apa daya pulsaku habis! Kirimkan pulsamu, aku akan kirimi SMS cintaku…”
Sms sms lucu, humor, dan gokil :

Teman sejati selalu berbagi, kalo saya jadi laut, kamu jadi ikan, saya jadi kumbang kamu jadi bunga, saya jadi matahari kamu jadi bumi, kalo saya jadi tarzan, kamu mau jadi monyetnya?
Sms sms lucu, humor, dan gokil :

Cintailah sesamamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri, tapi jangan mencintai pacar sesamamu seperti kamu mencintai pacar kamu sendiri.
Sms sms lucu, humor, dan gokil :

Saat aku sedih kau disampingku, saat aku marah kau ada di dekatku. Saat aku menangis kau disisiku, Sekarang aku sadar, jangan2 kau adalah pembawa sial untukku.
Sms sms lucu, humor, dan gokil :

Sudah sejak lama aku memperhatikanmu, mencuri pandang hanya untuk melihatmu, ku tak tahu apa yang harus aku katakan kepadamu agar kau mengerti ada UPIL di hidungmu.
Sms sms lucu, humor, dan gokil :

Saat anda membaca SMS ini, mata anda akan terbuka, anda akan melihat tulisan ini, selanjutnya… terserah anda
Sms sms lucu, humor, dan gokil :

Burung gelatik makan keripik, elo cantik tapi munafik, makan keripik dan buah cempedak, dasar munafik muke luh badak!
Sms sms lucu, humor, dan gokil :

Sayang sering aku telp kamu… Aku sms kamu… ternyata kini aku sadar, ternyata… mmmmm aku lebih sayang sama PULSAKU.
Sms sms lucu, humor, dan gokil :

JANGAN GUE MELULU!

CERITA SUFI

JANGAN TERLALU DALAM


Telah berulang kali Nasrudin mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu. Keadaan ini selalu berulang sehingga Nasrudin menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok. Tapi -- kita tahu -- menyogok itu diharamkan. Maka Nasrudin memutuskan untuk melemparkan keputusan ke si hakim sendiri.

Nasrudin menyiapkan sebuah gentong. Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, Nasrudin mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya. Gentong itu dibawanya ke hadapan Pak Hakim. Saat itu juga Pak Hakim langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda tangan pada perjanjian Nasrudin.

Nasrudin kemudian bertanya, "Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan ?"

Hakim tersenyum lebar. "Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya." Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. "Wah, enak benar mentega ini!"

"Yah," jawab Nasrudin, "Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam." Dan berlalulah Nasrudin.

TAMPANG ITU PERLU


Nasrudin hampir selalu miskin. Ia tidak mengeluh, tapi suatu hari istrinyalah yang mengeluh.

"Tapi aku mengabdi kepada Allah saja," kata Nasrudin.

"Kalau begitu, mintalah upah kepada Allah," kata istrinya.

Nasrudin langsung ke pekarangan, bersujud, dan berteriak keras-keras, "Ya Allah, berilah hamba upah seratus keping perak!" berulang-ulang. Tetangganya ingin mempermainkan Nasrudin. Ia melemparkan seratus keping perak ke kepala Nasrudin. Tapi ia terkejut waktu Nasrudin membawa lari uang itu ke dalam rumah dengan gembira, sambil berteriak "Hai, aku ternyata memang wali Allah. Ini upahku dari Allah."

Sang tetangga menyerbu rumah Nasrudin, meminta kembali uang yang baru dilemparkannya. Nasrudin menjawab "Aku memohon kepada Allah, dan uang yang jatuh itu pasti jawaban dari Allah."

Tetangganya marah. Ia mengajak Nasrudin menghadap hakim. Nasrudin berkelit, "Aku tidak pantas ke pengadilan dalam keadaan begini. Aku tidak punya kuda dan pakaian bagus. Pasti hakim berprasangka buruk pada orang miskin."

Sang tetangga meminjamkan jubah dan kuda.

Tidak lama kemudian, mereka menghadap hakim. Tetangga Nasrudin segera mengadukan halnya pada hakim.

"Bagaimana pembelaanmu?" tanya hakim pada Nasrudin.

"Tetangga saya ini gila, Tuan," kata Nasrudin.

"Apa buktinya?" tanya hakim.

"Tuan Hakim bisa memeriksanya langsung. Ia pikir segala yang ada di dunia ini miliknya. Coba tanyakan misalnya tentang jubah saya dan kuda saya, tentu semua diakui sebagai miliknya. Apalagi pula uang saya."

Dengan kaget, sang tetangga berteriak, "Tetapi itu semua memang milikku!"

Bagi sang hakim, bukti-bukti sudah cukup. Perkara putus.

MEMBEDAKAN KELAMIN


Seorang tetangga Nasrudin telah lama bepergian ke negeri jauh. Ketika pulang, ia menceritakan pengalaman-pengalamannya yang aneh di negeri orang.

"Kau tahu," katanya pada Nasrudin, "Ada sebuah negeri yang aneh. Di sana udaranya panas bukan main sehingga tak seorangpun yang mau memakai pakaian, baik lelaki maupun perempuan."

Nasrudin senang dengan lelucon itu. Katanya, "Kalau begitu, bagaimana cara kita membedakan mana orang yang lelaki dan mana yang perempuan?"

MISKIN DAN SEPI


Seorang pemuda baru saja mewarisi kekayaan orang tuanya. Ia langsung terkenal sebagai orang kaya, dan banyak orang yang menjadi kawannya. Namun karena ia tidak cakap mengelola, tidak lama seluruh uangnya habis. Satu per satu kawan-kawannya pun menjauhinya.

Ketika ia benar-benar miskin dan sebatang kara, ia mendatangi Nasrudin. Bahkan pada masa itu pun, kaum wali sudah sering [hanya] dijadikan perantara untuk memohon berkah.

"Uang saya sudah habis, dan kawan-kawan saya meninggalkan saya. Apa yang harus saya lakukan?" keluh pemuda itu.

"Jangan khawatir," jawab Nasrudin, "Segalanya akan normal kembali. Tunggu saja beberapa hari ini. Kau akan kembali tenang dan bahagia."

Pemuda itu gembira bukan main. "Jadi saya akan segera kembali kaya?"

"Bukan begitu maksudku. Kalu salah tafsir. Maksudku, dalam waktu yang tidak terlalu lama, kau akan terbiasa menjadi orang yang miskin dan tidak mempunyai teman."

HIDANGAN UNTUK BAJU (1)


Nasrudin menghadiri sebuah pesta. Tetapi karena hanya memakai pakaian yang tua dan jelek, tidak ada seorang pun yang menyambutnya. Dengan kecewa Nasrudin pulang kembali.

Namun tak lama, Nasrudin kembali dengan memakai pakaian yang baru dan indah. Kali ini Tuang Rumah menyambutnya dengan ramah. Ia diberi tempat duduk dan memperoleh hidangan seperti tamu-tamu lainnya.

Tetapi Nasrudin segera melepaskan baju itu di atas hidangan dan berseru, "Hei baju baru, makanlah! Makanlah sepuas-puasmu!"

Untuk mana ia memberikan alasan "Ketika aku datang dengan baju yang tadi, tidak ada seorang pun yang memberi aku makan. Tapi waktu aku kembali dengan baju yang ini, aku mendapatkan tempat yang bagus dan makanan yang enak. Tentu saja ini hak bajuku. Bukan untukku."

HIDANGAN UNTUK BAJU (2)


Nasrudin menghadiri sebuah pesta pernikahan. Dilihatnya seorang sahabatnya sedang asyik makan. Namun, di samping makan sebanyak-banyaknya, ia sibuk pula mengisi kantong bajunya dengan makanan.

Melihat kerakusan sahabatnya, Nasrudin mengambil teko berisi air. Diam-dian, diisinya kantong baju sahabatnya dengan air. Tentu saja sahabatnya itu terkejut, dan berteriak,

"Hai Nasrudin, gilakah kau ? Masa kantongku kau tuangi air!"

"Maaf, aku tidak bermaksud buruk, sahabat," jawab Nasrudin, "Karena tadi kulihat betapa banyak makanan ditelan oleh kantongmu, maka aku khawatir dia akan haus. Karena itu kuberi minum secukupnya."

MENJEMUR BAJU


Nasrudin sedang mengembara cukup jauh ketika ia sampai di sebuah kampung yang sangat kekurangan air. Menyambut Nasrudin, beberapa penduduk mengeluh,

"Sudah enam bulan tidak turun hujan di tempat ini, ya Mullah. Tanaman-tanaman mati. Air persediaan kami tinggan beberapa kantong lagi. Tolonglah kami. Berdoalah meminta hujan."

Nasrudin mau menolong mereka. Tetapi ia minta dulu seember air. Maka datanglah setiap kepala keluarga membawa air terakhir yang mereka miliki. Total terkumpul hanya setengah ember air.

Nasrudin melepas pakaiannya yang kotor, dan dengan air itu, Nasrudin mulai mencucinya. Penduduk kampung terkejut,

"Mullah ! Itu air terakhir kami, untuk minum anak-anak kami!"

Di tengah kegaduhan, dengan tenang Nasrudin mengangkat bajunya, dan menjemurnya. Pada saat itu, terdengar guntur dahsyat, yang disusul hujan lebat. Penduduk lupa akan marahnya, dan mereka berteriak gembira.

"Bajuku hanya satu ini," kata Nasrudin di tengah hujan dan teriakan penduduk, "Bila aku menjemurnya, pasti hujan turun deras!"

[Catatan Koen: Trik ini sering digunakan oleh kaum sufi -- menggunakan keterjepitan-keterjepitan untuk hal-hal yang berbeda.]

BAHASA BURUNG


Dalam pengembaraannya, Nasrudin singgah di ibukota. Di sana langsung timbul kabar burung bahwa Nasrudin telah menguasai bahasa burung-burung. Raja sendiri akhirnya mendengar kabar itu. Maka dipanggillah Nasrudin ke istana.

Saat itu kebetulan ada seekor burung hantu yang sering berteriak di dekat istana. Bertanyalah raja pada Nasrudin, "Coba katakan, apa yang diucapkan burung hantu itu!"

"Ia mengatakan," kata Nasrudin, "Jika raja tidak berhenti menyengsarakan rakyat, maka kerajaannya akan segera runtuh seperti sarangnya."

KEKEKALAN MASSA


Ketika memiliki uang cukup banyak, Nasrudin membeli ikan di pasar dan membawanya ke rumah. Ketika istrinya melihat ikan yang banyak itu, ia berpikir, "Oh, sudah lama aku tidak mengundang teman-temanku makan di sini."

Ketika malam itu Nasrudin pulang kembali, ia berharap ikannya sudah dimasakkan untuknya. Alangkah kecewanya ia melihat ikan-ikannya itu sudah habis, tinggal duri-durinya saja.

"Siapa yang menghabiskan ikan sebanyak ini ?"

Istrinya menjawab, "Kucingmu itu, tentu saja. Mengapa kau pelihara juga kucing yang nakal dan rakus itu!"

Nasrudin pun makan malam dengan seadanya saja. Setelah makan, dipanggilnya kucingnya, dibawanya ke kedai terdekat, diangkatnya ke timbangan, dan ditimbangnya. Lalu ia pulang ke rumah, dan berkata cukup keras,

"Ikanku tadi dua kilo beratnya. Yang barusan aku timbang ini juga dua kilo. Kalau kucingku dua kilo, mana ikannya ? Dan kalau ini ikan dua kilo, lalu mana kucingnya ?"

TERBURU-BURU


Keledai Nasrudin jatuh sakit. Maka ia meminjam seekor kuda kepada tetangganya. Kuda itu besar dan kuat serta kencang larinya. Begitu Nasrudin menaikinya, ia langsung melesat secepat kilat, sementara Nasrudin berpegangan di atasnya, ketakutan.

Nasrudin mencoba membelokkan arah kuda. Tapi sia-sia. Kuda itu lari lebih kencang lagi.

Beberapa teman Nasrudin sedang bekerja di ladang ketika melihat Nasrudin melaju kencang di atas kuda. Mengira sedang ada sesuatu yang penting, mereka berteriak,

"Ada apa Nasrudin ? Ke mana engkau ? Mengapa terburu-buru ?"

Nasrudin balas berteriak, "Saya tidak tahu ! Binatang ini tidak mengatakannya kepadaku !"

PERIUK BERANAK


Nasrudin meminjam periuk kepada tetangganya. Seminggu kemudian, ia mengembalikannya dengan menyertakan juga periuk kecil di sampingnya. Tetangganya heran dan bertanya mengenai periuk kecil itu.

"Periukmu sedang hamil waktu kupinjam. Dua hari kemudian ia melahirkan bayinya dengan selamat."

Tetangganya itu menerimanya dengan senang. Nasrudin pun pulang.

Beberapa hari kemudian, Nasrudin meminjam kembali periuk itu. Namun kali ini ia pura-pura lupa mengembalikannya. Sang tetangga mulai gusar, dan ia pun datang ke rumah Nasrudin,

Sambil terisak-isak, Nasrudin menyambut tamunya, "Oh, sungguh sebuah malapetaka. Takdir telah menentukan bahwa periukmu meninggal di rumahku. Dan sekarang telah kumakamkan."

Sang tetangga menjadi marah, "Ayo kembalikan periukku. Jangan belagak bodoh. Mana ada periuk bisa meninggal dunia!"

"Tapi periuk yang bisa beranak, tentu bisa pula meninggal dunia," kata Nasrudin, sambil menghentikan isaknya.

JATUHNYA JUBAH


Nasrudin pulang malam bersama teman-temannya. Di pintu rumah mereka berpisah. Di dalam rumah, istri Nasrudin sudah menanti dengan marah. "Aku telah bersusah payah memasak untukmu sore tadi !" katanya sambil menjewer Nasrudin. Karena kuatnya, Nasrudin terpelanting dan jatuh menabrak peti.

Mendengar suara gaduh, teman-teman Nasrudin yang belum terlalu jauh kembali, dan bertanya dari balik pintu,

"Ada apa Nasrudin, malam-malam begini ribut sekali?"

"Jubahku jatuh dan menabrak peti," jawab Nasrudin.

"Jubah jatuh saja ribut sekali ?"

"Tentu saja," sesal Nasrudin, "Karena aku masih berada di dalamnya."

BERSEMBUNYI


Suatu malam seorang pencuri memasuki rumah Nasrudin. Kabetulan Nasrudin sedang melihatnya. Karena ia sedang sendirian aja, Nasrudin cepat-cepat bersembunyi di dalam peti. Sementara itu pencuri memulai aksi menggerayangi rumah. Sekian lama kemudian, pencuri belum menemukan sesuatu yang berharga. Akhirnya ia membuka peti besar, dan memergoki Nasrudin yang bersembunyi.

"Aha!" kata si pencuri, "Apa yang sedang kau lakukan di sini, ha?"

"Aku malu, karena aku tidak memiliki apa-apa yang bisa kau ambil. Itulah sebabnya aku bersembunyi di sini."

RELATIVITAS KEJU


Setelah bepergian jauh, Nasrudin tiba kembali di rumah. Istrinya menyambut dengan gembira,

"Aku punya sepotong keju untukmu," kata istrinya.

"Alhamdulillah," puji Nasrudin, "Aku suka keju. Keju itu baik untuk kesehatan perut."

Tidak lama Nasrudin kembali pergi. Ketika ia kembali, istrinya menyambutnya dengan gembira juga.

"Adakah keju untukku ?" tanya Nasrudin.

"Tidak ada lagi," kata istrinya.

Kata Nasrudin, "Yah, tidak apa-apa. Lagipula keju itu tidak baik bagi kesehatan gigi."

"Jadi mana yang benar ?" kata istri Nasrudin bertanya-tanya, "Keju itu baik untuk perut atau tidak baik untuk gigi ?"

"Itu tergantung," sambut Nasrudin, "Tergantung apakah kejunya ada atau tidak."


CERITA LUCU DAN GOKIL 2

 OLEH: Mr. Aby

Sekalian Saja Bawa Semuanya

Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya, tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya. Pada suatu hari orang kaya itu memanggilnya, katanya, “Nashruddin kemarilah kau. Kau ini baik, tetapi lamban sekali. Kau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus. Kalau kau kusuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus. Kau pergi ke warung, kemudian kembali membawa satu telur, kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telur lagi, dan seterusnya, sehingga untuk beli tiga telur kamu pergi tiga kali ke warung.”
Nashruddin menjawab, “Maaf, Tuan, saya memang salah. Saya tidak akan mengerjakan hal serupa itu sekali lagi. Saya akan mengerjakan sekaligus saja nanti supaya cepat beres.”
Beberapa waktu kemudian majikan Nashruddin itu jatuh sakit dan ia pun menyuruh Nashruddin pergi memanggil dokter.Tak lama kemudian Nashruddin pun kembali, ternyata ia tidak hanya membawa dokter, tetapi juga bebarapa orang lain.
Ia masuk ke kamar orang kaya itu yang sedang berbaring di ranjang, katanya, “Dokter sudah datang, Tuan, dan yang lain-lain sudah datang juga.” “Yang lain-lain? Tanya orang kaya itu. “Aku tadi hanya minta kamu memanggil dokter, yang lain-lain itu siapa?”
“Begini Tuan!” jawab Nashruddin, “Dokter biasanya menyuruh kita minum obat. Jadi saya membawa tukang obat sekalian. Dan tukang obat itu tentunya membuat obatnya dari bahan yang bermacam-macam dan saya juga membawa orang yang berjualan bahan obat-obat-an bermacam-macam. Saya juga membawa penjual arang, karena biasanya obat itu direbus dahulu, jadi kita memerlukan tukang arang. Dan mungkin juga Tuan tidak sembuh dan malah mati. Jadi saya bawa sekalian tukang gali kuburan.”


Aku Rasa Engkau Benar

Nasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak tersangkalkan dari jaksa.
Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, Nasrudin berkomentar:
“Aku rasa engkau benar.”
Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum membela diri. Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat. Setelah pengacara selesai, Nasrudin kembali berkomentar:
“Aku rasa engkau benar.”
Petugas mengingatkan Nasrudin bahwa tidak mungkin jaksa betul dan sekaligus pengacara juga betul. Harus ada salah satu yang salah! Nasrudin menatapnya lesu, dan kemudian berkomentar:
“Aku rasa engkau benar.”

Nasrudin dan Tiga Orang Bijak

Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton mereka bicara.
Orang bijak pertama bertanya kepada Nasrudin, “Di mana sebenarnya pusat bumi ini?”
Nasrudin menjawab, “Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara.”
“Bagaimana bisa saudara buktikan hal itu?” tanya orang bijak pertama tadi.
“Kalau tidak percaya,” jawab Nasrudin, “Ukur saja sendiri.”
Orang bijak yang pertama diam tak bisa menjawab.
Tiba giliran orang bijak kedua mengajukan pertanyaan. “Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?”
Nasrudin menjawab, “Bintang-bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini.”
“Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?”
Nasrudin menjawab, “Nah, kalau tidak percaya, hitung saja rambut yang ada di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu kebenarannya.”
“Itu sih bicara goblok-goblokan,” tanya orang bijak kedua, “Bagaimana orang bisa menghitung bulu keledai.”
Nasrudin pun menjawab, “Nah, kalau saya goblok, kenapa Anda juga mengajukan pertanyaan itu, bagaimana orang bisa menghitung bintang di langit?”
Mendengar jawaban itu, si bijak kedua itu pun tidak bisa melanjutkan.
Sekarang tampillah orang bijak ketiga yang katanya paling bijak di antara mereka. Ia agak terganggu oleh kecerdikan nasrudin dan dengan ketus bertanya, “Tampaknya saudara tahu banyak mengenai keledai, tapi coba saudara katakan kepada saya berapa jumlah bulu yang ada pada ekor keledai itu.” “Saya tahu jumlahnya,” jawab Nasrudin, “Jumlah bulu yang ada pada ekor kelesai saya ini sama dengan jumlah rambut di janggut Saudara.”
“Bagaimana Anda bisa membuktikan hal itu?” tanyanya lagi. “Oh, kalau yang itu sih mudah. Begini, Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar, tetapi kalau tidak, saya keliru.”
Tentu saja orang bijak yang ketiga itu tidak mau menerima cara menghitung seperti itu. Dan orang-orang desa yang mengelilingi mereka itu semakin yakin Nasrudin adalah yang terbijak di antara keempat orang tersebut.

Kisah lucu, Sufi Nasrudin Hoja



TEORI KEBUTUHAN


Nasrudin berbincang-bincang dengan hakim kota. Hakim kota, seperti umumnya cendekiawan masa itu, sering berpikir hanya dari satu sisi saja. Hakim memulai,

"Seandainya saja, setiap orang mau mematuhi hukum dan etika, ..."

Nasrudin menukas, "Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi justru hukum lah yang harus disesuaikan dengan kemanusiaan."

Hakim mencoba bertaktik, "Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Kalau Anda memiliki pilihan: kekayaan atau kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?"

Nasrudin menjawab seketika, "Tentu, saya memilih kekayaan."

Hakim membalas sinis, "Memalukan. Anda adalah cendekiawan yang diakui masyarakat. Dan Anda memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?"

Nasrudin balik bertanya, "Kalau pilihan Anda sendiri?"

Hakim menjawab tegas, "Tentu, saya memilih kebijaksanaan."

Dan Nasrudin menutup, "Terbukti, semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya."

PERUSUH RAKYAT


Kebetulan Nasrudin sedang ke kota raja. Tampaknya ada kesibukan luar biasa di istana. Karena ingin tahu, Nasrudin mencoba mendekati pintu istana. Tapi pengawal bersikap sangat waspada dan tidak ramah.

"Menjauhlah engkau, hai mullah!" teriak pengawal. [Nasrudin dikenali sebagai mullah karena pakaiannya]

"Mengapa ?" tanya Nasrudin.

"Raja sedang menerima tamu-tamu agung dari seluruh negeri. Saat ini sedang berlangsung pembicaraan penting. Pergilah !"

"Tapi mengapa rakyat harus menjauh ?"

"Pembicaraan ini menyangkut nasib rakyat. Kami hanya menjaga agar tidak ada perusuh yang masuk dan mengganggu. Sekarang, pergilah !"

"Iya, aku pergi. Tapi pikirkan: bagaimana kalau perusuhnya sudah ada di dalam sana ?" kata Nasrudin sambil beranjak dari tempatnya.

API !


Hari Jum`at itu, Nasrudin menjadi imam Shalat Jum`at. Namun belum lama ia berkhutbah, dilihatnya para jamaah terkantuk-kantuk, dan bahkan sebagian tertidur dengan lelap. Maka berteriaklah Sang Mullah,

"Api ! Api ! Api !"

Segera saja, seisi masjid terbangun, membelalak dengan pandangan kaget, menoleh kiri-kanan. Sebagian ada yang langsung bertanya,

"Dimana apinya, Mullah ?"

Nasrudin meneruskan khutbahnya, seolah tak acuh pada yang bertanya,

"Api yang dahsyat di neraka, bagi mereka yang lalai dalam beribadah."

YANG BENAR-BENAR BENAR


Nasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak tersangkalkan dari jaksa. Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, Nasrudin berkomentar:

"Aku rasa engkau benar."

Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum membela diri. Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat. Setelah pengacara selesai, Nasrudin kembali berkomentar:

"Aku rasa engkau benar."

Petugas mengingatkan Nasrudin bahwa tidak mungkin jaksa betul dan sekaligus pengacara juga betul. Harus ada salah satu yang salah ! Nasrudin menatapnya lesu, dan kemudian berkomentar:

"Aku rasa engkau benar."

TAMPAK SEPERTI WUJUDMU


Nasrudin sedang merenungi harmoni alam, dan kebesaran Penciptanya.

"Oh kasih yang agung.
Seluruh diriku terselimuti oleh-Mu.
Segala yang tampak oleh mataku.
Tampak seperti wujud-Mu."

Seorang tukang melucu menggodanya, "Bagaimana jika ada orang jelek dan dungu lewat di depan matamu ?"

Nasrudin berbalik, menatapnya, dan menjawab dengan konsisten:

"Tampak seperti wujudmu."

MIMPI RELIJIUS


Nasrudin sedang dalam perjalanan dengan pastur dan yogi. Pada hari kesekian, bekal mereka tinggal sepotong kecil roti. Masing-masing merasa berhak memakan roti itu. Setelah debat seru, akhirnya mereka bersepakat memberikan roti itu kepada yang malam itu memperoleh mimpi paling relijius. Tidurlah mereka.

Pagi harinya, saat bangun, pastur bercerita: "Aku bermimpi melihat kristus membuat tanda salib. Itu adalah tanda yang istimewa sekali."

Yogi menukas, "Itu memang istimewa. Tapi aku bermimpi melakukan perjalanan ke nirwana, dan menemui tempat paling damai."

Nasrudin berkata, "Aku bermimpi sedang kelaparan di tengah gurun, dan tampak bayangan nabi Khidir bersabda 'Kalau engkau lapar, makanlah roti itu.' Jadi aku langsung bangun dan memakan roti itu saat itu juga."

BELAJAR KEBIJAKSANAAN


Seorang darwis ingin belajar tentang kebijaksanaan hidup dari Nasrudin. Nasrudin bersedia, dengan catatan bahwa kebijaksanaan hanya bisa dipelajari dengan praktek. Darwis itu pun bersedia menemani Nasrudin dan melihat perilakunya.

Malam itu Nasrudin menggosok kayu membuat api. Api kecil itu ditiup-tiupnya. "Mengapa api itu kau tiup?" tanya sang darwis. "Agar lebih panas dan lebih besar apinya," jawab Nasrudin.

Setelah api besar, Nasrudin memasak sop. Sop menjadi panas. Nasrudin menuangkannya ke dalam dua mangkok. Ia mengambil mangkoknya, kemudian meniup-niup sonya.

"Mengapa sop itu kau tiup?" tanya sang darwis. "Agar lebih dingin dan enak dimakan," jawab Nasrudin.

"Ah, aku rasa aku tidak jadi belajar darimu," ketus si darwis, "Engkau tidak bisa konsisten dengan pengetahuanmu."

Ah, konsistensi.

NASIB DAN ASUMSI


"Apa artinya nasib, Mullah ?"

"Asumsi-asumsi."

"Bagaimana ?"

"Begini. Engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya tidak begitu. Nah itu yang disebut nasib buruk. Atau, engkau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu akan menjadi buruk, tetapi nyatanya tidak terjadi. Itu nasib baik namanya. Engkau punya asumsi bahwa sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi, kemudian engkau kehilangan intuisi atas apa yang akan terjadi, dan akhirnya berasumsi bahwa masa depan tidak dapat ditebak. Ketika engkau terperangkap di dalamnya, maka engkau namakan itu nasib."

ORIENTASI PADA BAJU


Nasrudin diundang berburu, tetapi hanya dipinjami kuda yang lamban. Tidak lama, hujan turun deras. Semua kuda dipacu kembali ke rumah. Nasrudin melepas bajunya, melipat, dan menyimpannya, lalu membawa kudanya ke rumah. Setelah hujan berhenti, dipakainya kembali bajunya. Semua orang takjub melihat bajunya yang kering, sementara baju mereka semuanya basah, padahal kuda mereka lebih cepat.

"Itu berkat kuda yang kau pinjamkan padaku," ujar Nasrudin ringan.

Keesokan harinya, cuaca masih mendung. Nasrudin dipinjami kuda yang cepat, sementara tuan rumah menunggangi kuda yang lamban. Tak lama kemudian hujan kembali turun deras. Kuda tuan rumah berjalan lambat, sehingga tuan rumah lebih basah lagi. Sementara itu, Nasrudin melakukan hal yang sama dengan hari sebelumnya.

Sampai rumah, Nasrudin tetap kering.

"Ini semua salahmu!" teriak tuan rumah, "Kamu membiarkan aku mengendarai kuda brengsek itu!"

"Masalahnya, kamu berorientasi pada kuda, bukan pada baju."

MENJUAL TANGGA


Nasrudin mengambil tangganya dan menggunakannya untuk naik ke pohon tetangganya. Tetapi sang tetangga memergokinya.

"Sedang apa kau, Nasrudin ?"

Nasrudin berimprovisasi, "Aku ... punya sebuah tangga yang bagus, dan sedang aku jual."

"Dasar bodoh. Pohon itu bukan tempat menjual tangga!" kata sang tetangga, marah.

Nasrudin bergaya filosof. "Tangga, bisa dijual di mana saja."

JATUH KE KOLAM


Nasrudin hampir terjatuh ke kolam. Tapi orang yang tidak terlalu dikenal berada di dekatnya, dan kemudian menolongnya pada saat yang tepat. Namun setelah itu, setiap kali bertemu Nasrudin orang itu selalu membicarakan peristiwa itu, dan membuat Nasrudin berterima kasih berulang-ulang.

Suatu hari, untuk yang kesekian kalinya, orang itu menyinggung peristiwa itu lagi. Nasrudin mengajaknya ke lokasi, dan kali ini Nasrudin langsung melompat ke air.

"Kau lihat! Sekarang aku sudah benar-benar basah seperti yang seharusnya terjadi kalau engkau dulu tidak menolongku. Sudah, pergi sana!"

PADA SEBUAH KAPAL


Nasrudin berlayar dengan kapal besar. Cuaca cerah menyegarkan, tetapi Nasrudin selalu mengingatkan orang akan bahaya cuaca buruk. Orang-orang tak mengindahkannya. Tapi kemudian cuaca benar-benar menjadi buruk, badai besar menghadang, dan kapal terombang ambing nyaris tenggelam. Para penumpang mulai berlutut, berdoa, dan berteriak-teriak minta tolong. Mereka berdoa dan berjanji untuk berbuat sebanyak mungkin kebajikan jika mereka selamat.

"Teman-teman!" teriak Nasrudin. "Jangan boros dengan janji-janji indah! Aku melihat daratan!"

JUBAH HITAM


Nasrudin berjalan di jalan raya dengan mengenakan jubah hitam tanda duka, ketika seseorang bertanya, "Mengapa engkau berpakaian seperti ini, Nasrudin? Apa ada yang meninggal."

"Yah," kata sang Mullah, "Bisa saja terjadi tanpa kita diberi tahu."

PELAYAN RAJA


Nasrudin menjadi orang penting di istana, dan bersibuk mengatur urusan di dalam istana. Suatu hari raja merasa lapar. Beberapa koki menyajikan hidangan yang enak sekali.

"Tidakkah ini sayuran terbaik di dunia, Mullah ?" tanya raja kepada Nasrudin.
"Teramat baik, Tuanku."

Maka raja meminta dimasakkan sayuran itu setiap saat. Lima hari kemudian, ketika koki untuk yang kesepuluh kali memasak masakan yang sama, raja berteriak:

"Singkirkan semuanya! Aku benci makanan ini!"
"Memang sayuran terburuk di dunia, Tuanku." ujar Nasrudin.
"Tapi belum satu minggu yang lalu engkau mengatakan bahwa itu sayuran terbaik."
"Memang benar. Tapi saya pelayan raja, bukan pelayan sayuran."

SAMA RATA SAMA RASA


Seorang filosof menyampaikan pendapat, "Segala sesuatu harus dibagi sama rata."

"Aku tak yakin itu dapat dilaksanakan," kata seorang pendengar yang skeptik.

"Tapi pernahkah engkau mencobanya ?" balas sang filosof.

"Aku pernah," sahut Nasrudin, "Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Mereka memperoleh apa pun yang mereka inginkan."

"Bagus sekali," kata sang filosof, "Dan bagaimana hasilnya ?"

"Hasilnya ? Seekor keledai yang baik dan seorang istri yang buruk."

MANIPULASI DESKRIPSI


Nasrudin kehilangan sorban barunya yang bagus dan mahal. Tidak lama kemudian, Nasrudin tampak menyusun maklumat yang menawarkan setengah keping uang perak bagi yang menemukan dan mengembalikan sorbannya.

Seseorang protes, "Tapi penemunya tentu tidak akan mengembalikan sorbanmu. Hadiahnya tidak sebanding dengan harga sorban itu."

"Nah," kata Nasrudin, "Kalau begitu aku tambahkan bahwa sorban itu sudah tua, kotor, dan sobek-sobek."

UMUR NASRUDIN


"Berapa umurmu, Nasrudin ?"

"Empat puluh tahun."

"Tapi beberapa tahun yang lalu, kau menyebut angka yang sama."

"Aku konsisten."

BAHASA KURDI


Tetangga Nasrudin ingin belajar bahasa Kurdi. Maka ia minta diajari Nasrudin. Sebetulnya Nasrudin juga belum bisa bahasa Kurdi selain beberapa patah kata. Tapi karena tetangganya memaksa, ia pun akhirnya bersedia.

"Kita mulai dengan sop panas. Dalam bahasa Kurdi, itu namanya Aash."

"Bagaimana dengan sop dingin ?"

"Hemm. Perlu diketahui bahwa orang Kurdi tidak pernah membiarkan sop jadi dingin. Jadi engkau tidak akan pernah mengatakan sop dingin dalam bahasa Kurdi."

HARGA KEBENARAN


Seperti biasanya, Nasrudin memberikan pengajaran di mimbar. "Kebenaran," ujarnya "adalah sesuatu yang berharga. Bukan hanya secara spiritual, tetapi juga memiliki harga material."

Seorang murid bertanya, "Tapi mengapa kita harus membayar untuk sebuah kebenaran ? Kadang-kadang mahal pula ?"

"Kalau engkau perhatikan," sahut Nasrudin, "Harga sesuatu itu dipengaruhi juga oleh kelangkaannya. Makin langka sesuatu itu, makin mahallah ia."

YANG TERSULIT


Salah seorang murid Nasrudin di sekolah bertanya, "Manakah keberhasilan yang paling besar: orang yang bisa menundukkan sebuah kerajaan, orang yang bisa tetapi tidak mau, atau orang yang mencegah orang lain melakukan hal itu ?"

"Nampaknya ada tugas yang lebih sulit daripada ketiganya," kata Nasruddin.

"Apa itu?"

"Mencoba mengajar engkau untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya."

HARMONI BUAH-BUAHAN


Nasrudin bersantai di bawah pohon arbei di kebunnya. Dilihatnya seluruh kebun, terutama tanaman labu yang mulai berbuah besar-besar dan ranum. Seperti biasa, Nasrudin merenung.

"Aku heran, apa sebabnya pohon arbei sebesar ini hanya bisa menghasilkan buah yang kecil. Padahal, labu yang merambat dan mudah patah saja bisa menghasilkan buah yang besar-besar."

Angin kecil bertiup. Ranting arbei bergerak dan saling bergesekan. Sebiji buah arbei jatuh tepat di kepala Nasrudin yang sedang tidak bersorban.

"Ah. Kurasa aku tahu sebabnya."

CARA MEMBACA BUKU


Seorang yang filosof dogmatis sedang meyampaikan ceramah. Nasrudin mengamati bahwa jalan pikiran sang filosof terkotak-kotak, dan sering menggunakan aspek intelektual yang tidak realistis. Setiap masalah didiskusikan dengan menyitir buku-buku dan kisah-kisah klasik, dianalogikan dengan cara yang tidak semestinya.

Akhirnya, sang penceramah mengacungkan buku hasil karyanya sendiri. nasrudin segera mengacungkan tangan untuk menerimanya pertama kali. Sambil memegangnya dengan serius, Nasrudin membuka halaman demi halaman, berdiam diri. Lama sekali. Sang penceramah mulai kesal.

"Engkau bahkan membaca bukuku terbalik!"

"Aku tahu," jawab Nasrudin acuh, "Tapi karena cuma ini satu-satunya hasil karyamu, rasanya, ya, memang begini caranya mempelajari jalan pikiranmu."

PENYELUNDUP


Ada kabar angin bahwa Mullah Nasrudin berprofesi juga sebagai penyelundup. Maka setiap melewati batas wilayah, penjaga gerbang menggeledah jubahnya yang berlapis-lapis dengan teliti. Tetapi tidak ada hal yang mencurigakan yang ditemukan. Untuk mengajar, Mullah Nasrudin memang sering harus melintasi batas wilayah.

Suatu malam, salah seorang penjaga mendatangi rumahnya. "Aku tahu, Mullah, engkau penyelundup. Tapi aku menyerah, karena tidak pernah bisa menemukan barang selundupanmu. Sekarang, jawablah penasaranku: apa yang engkau selundupkan ?"

"Jubah," kata Nasrudin, serius.


RPP MATEMATIKA KELAS X-XII

RPP Berkarakter SMA  - Silabus Berkarakter SMA  - Akhirnya saya bisa juga memberikan rpp berkarakter sma dan silabus berkarakter sma kelas X, XI, dan XII. sebelumnya saya sudah memposting beberapa rpp maupun silabus SD/MI, SMP/MTS, SMK berkarakter yang dapat anda jadikan contoh untuk menyusun rpp dan silabus anda
Doakan saja ya mudah mudahan dalam waktu dekat ini saya bisa memberikan conoth rpp dan silabus berkarakter sma yang lengkap disini, namun untuk saat ini saya hanya bisa memberkan rpp berkarakter sma PAS kelas x semester satu, untuk yang lainnya menyusul ya!

RPP Berkarakter PAI SMA Kelas X semester 1
RPP Matematika Berkarakter SMA Kelas X sms 1
RPP Kimia Berkarakter Kelas X Semester 2
RPP Ekonomi Berkarakter Kelas X Semester 1
RPP Bahasa Inggris Berkarakter Kelas XI

Mohon di tunggu update RPP dan silabus yang lain nggih RPP diatas hanya contoh saja.

Update 26 November 2011
  • RPP Bahasa Inggris SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [disini]   
  • RPP Matematika SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [disini]   
  • RPP Bahasa Indonesia SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [disini]
  • RPP Kimia SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [ disini ]
  • RPP Biologi SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [disini]
  • RPP Ekonomi SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [ disini ]
  • RPP Geografi SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [ disini
  • RPP PKN SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [ disini
  • RPP Sosiologi SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [ disini ]
  • RPP Fisika SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [ disini
  • RPP Penjasorkes SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [disini
  • RPP TIK SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [disini
  • RPP PAI SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [disini]  
  • RPP Seni Budaya dan Keterampilan SMA Berkarakter dan Silabus Kelas X, XI, XII [disini


Mungkin dari teman semua yang memiliki rpp berkarakter sma kelas 10, 11, 12 atau silabus berkarakter sma kelas X, XI, XII silakan di share ya, agar teman-teman yang lain terbantu juga. Bisa saja anda menggunakan blog ini sebagai media diskusi anda dan media berbagi anda. dalam hal apapun baik itu mengenai perangkat mengajar Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi, atau artikel pendidikan silahkan di share di  blog ini.
Oh iya, jangan lupa di lke fans facebook blog ini ya yang beradi di pojok kanan artikel ini, guna kelancaran komunikasi anda dengan admin blog ini, atau ada yang bertanya maupun berbagi ilmu. RPP Berkarakter SMA 

Rabu, 12 September 2012

CERITA-CERITA LUCU

LURUS JALAN TERUS
Oleh: Mr. Aby

Di sebuah ruas jalan protokol Jakarta Pusat, terpasang rambu-rambu lalu lintas yang bertuliskan “LURUS JALAN TERUS”.
Ketika seorang pemuda pengendara sepeda motor melaju kencang di jalan tersebut, tiba-tiba ada pengendara sepeda motor di depannya yang menghentikan motornya secara mendadak. Akibatnya, si pemuda ini pun harus menghentikan motornya sesegera mungkin untuk menghindari tabrakan dengan pengendara di depannya.
Dia pun mulai turun dari motornya menghampiri si pengendara itu dan berkata, “HEY, Mas! Kenapa kamu berhenti mendadak di depan saya? Itu bisa membahayakan saya tahu?! Baca tuh! Rambu-rambu di sana, LURUS JALAN TERUS!” kata si pria muda itu dengan nada kesal.
Sesaat kemudian, “Maaf Mas!” jawab si pengendara sepeda motor itu sambil membuka helmya, “Saya kan kriting, Mas!”



CECAK VS BUAYA VS AYAM
Tengo dan Tengu sedang main tebak tebakan…
Tengo: Gimana cara memasukkan ayam ke dalam mulut buaya?
Tengu: (setelah berpikir beberapa menit) Gak tau…
Tengo: Wallaaa gimana sih elu, gini caranya, buka mulut buaya, masukkan ayam lalu tutup kembali mulutnya…
Tengu: Ooooooooh gitu toh…
Tengo: Nih lagi yah… gimana cara memasukkan cicak ke dalam mulut buaya?
Tengu: Ya sama…
Tengo: Sama gimana…???
Tengu: Buka mulut buaya masukkan cicaknya lalu tutup mulut buayanya…
Tengo: Salah…
Tengu: Lalu gimana????
Tengo: Buka mulut buaya keluarkan ayamnya baru masukkan cicaknya dan tutup mulut buayanya… hahahah… kan masih ada ayam di mulutnya…
Tengu: O iya yah lalu gimana memasukkan buaya ke dalam mulut cicak…
Tengo: Mana mungkin…
Tengu: Mungkin saja… ayo gimana???
Tengo: Buka mulut cicaknya masukkan buayanya dan tutup mulut cicaknya…
Tengu: Salah… he he he
Tengo: Lalu gimana????
Tengu: Buka mulut buaya Keluarkan cicaknya dan tutup mulut buayanya baru buka mulut cicaknya, masukkan buaya dan tutup mulut cicaknya…
Tengo: Lho kok bisa begitu???
Tengu: Ha ha ha… tadi kan cicaknya di dalam mulut buaya jadi dikeluarkan dulu dunk baru gantian buayanya yang dimasukkan ke dalam mulut cicak… he he
Tengo: Ada cerita nih ya raja hutan mengadakan resepsi pernikahan anaknya, dan seluruh binatang pada ikut, tapi ada beberapa binatang yang tidak hadir pertanyaanya siapa saja yang tidak hadir…
Tengu: Kodok, ular, dan jangkrik…
Tengo: Salah…
Tengu: Terus siapa dunk…???
Tengo: Ayam cicak dan buaya…
Tengu: Kok bisa…
Tengo: Mereka kan lagi main masuk-masukkan mulut sama kita dari tadi…
Tengu: Aaaaaaaaaaaasem…

Kata-kata Gokil

Kata-kata gokil sering digunakan untuk status facebook dan update twitter. Berikut ini kata-kata gokil yang berhasil dikumpulkan oleh tim kata-kata gokil Malau.Net. Semoga terhibur ya… :D
——————————
Dikarenakan harga BBM mau naik ratusan supir angkot beralih profesi menjadi BoyBand.
——————————
Ku terpana memandang matamu…
Nafasku pun berhenti…
Jantungku berdegup kencang…
Benarkah semua yang kurasakan ini?
Ku beranikan diri bertanya padamu…
Kamu kentut ya???
——————————
INGAT!!! ROKOK ITU TIDAK BERBAHAYA BAGI KESEHATAN selama TIDAK ADA KOREKNYA.
——————————
Nanti kalo naek sepeda,kamu pegangan ama aku yaah…
Aku takut kamu jatuh…
Kalo kamu jatuh…
Nanti aku disangka…
Nanti… aku disangka…
Buang sampah sembarangan!!! :D
——————————
Ku teringat memori masa lalu…
Kamu berada di sudut jalan tersipu malu…
Saat melihatku, wajahmu berseri…
Dengan penuh segan kamu ulurkan tanganmu…
Tanpa ragu seraya berkata… “Minta Sedekahnya…” :D
——————————
Kalo ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, aku rela jadi sumur di ladang kalo si Neng yang numpang mandi.
——————————
Teringat kenangan waktu kita sekolah dulu,
Setiap pulang sekolah, kita selalu naik bis yang sama,
Aku keluarkan pantatku ke jendela dan kau keluarkan kepalamu ke jendela
Lalu orang-orang menganggap kita kembar…
——————————
Kalo ketemu cewek pake baju mini itu bikin dilematis. Kalo kita ngeliatin disangka kurang ajar. Tapi kalo kita buang muka disangka Homo.

——————————
Kemarin diberitakan telah lepas 10 ekor Anjing Gila dari Pusat Rehabilitasi Hewan… 2 hari kemudian ditemukan 9 ekor… ehh ternyata yang 1 ekor lagi baca kata-kata gokil ini… :P
——————————
Mohon maaf kepada seluruh pembaca, kami mengabarkan bahwa Admin blog ini sekarang sedang dalam keadaan Koma
.
.
.
.
.
KoMa… kin cakep ya?
KoMa… kin keren ya?
KoMa… kin sweet ya?
KoMa… kin cute ya? Hehe…
——————————
Gawat, gue lagi di kantor polisi nie sekarang. Mereka punya semua bukti buat nahan gue. Tapi nie, bayangin aja mereka nahan cuman gara-gara punya TAMPANG IMUT, kan bukan salah gue ya…
——————————
Anak: “Be… Babe, Wah… di luar negeri canggih banget ya be…? Masa daging masuk mesin keluarnya sosis?”
Babe: “Aaaaaaahh itu sih hal biasa… Enyak elu tu lebih canggih… dulu babe masukin sosis malah yang keluar elu!”
——————————
Emang cuman UDIN aja yang sedunia, SITI juga kaleee…
Siti yang pertama, namanya SITI AWALiah…
Siti yang suka di kamar, namanya Siti KAMARiyah…
Siti yang juragan Tanah, namanya Siti faTANAH…
Siti yang suka merokok, namanya Siti SURYAni…
Siti yang pedagang ternak, namanya Siti SAPI’ah…
Siti yang sering ke mesjid, namanya Siti hALIMah…
Siti yang sering berdoa, namanya Siti AMINah…
Siti yang mata duitan, namanya Siti RUPI’ah…
Siti yang tidak stress, nama nya Siti SADARiah…
——————————
Punya pacar cantik itu susah….. Susah dijelek-jelekinnya kalo udah putus.
——————————
Semakin banyak belajar, semakin banyak yang kita tahu. Semakin banyak yang kita tahu, semakin banyak yang kita lupa. Semakin banyak yang kita lupa, semakin sedikit yang kita tahu. Jadi kenapa kita sibuk belajar? :p
——————————
Kemarin aku jalan-jalan ke mall sambil bawa anjing, ada satpam marah-marah dan ngusir aku, akhirnya aku pun pulang dan bertemu denganmu dan kamu langsung ngajak aku ke mall lagi.
Setelah sampai di sana, satpamnya malah marah besar…
“UDAH DIBILANG GAK BOLEH bawa ANJING, EH… SEKARANG MALAH BAWA BABI!!!”
——————————
Terjun ke dunia tarik suara kini Aziz Gagap mengganti namanya menjadi Aziz Gaga.
——————————
Saat kamu bersedih
Datanglah kepadaku
Karena
Aq jual tissue…
Beli 2 gratis 1
he… he…
——————————
Wanita diuji imannya waktu pria tidak punya apa-apa sedangkan pria diuji imannya waktu wanita tidak pakai apa-apa.
——————————
Doa’in gue ya, please! Tadi gue baru check-up ke dokter, gue kena penyakit BEAUTIFULIST! Semacam penyakit MAKIN CANTIK gitu dee! Emang cie ga’ bisa nular ke orang lain, cuman gak bisa sembuh aja… so, makin cantik terus dee gue…
——————————
Yang lain sibuk demo di depan kantor pemerintahan, aku demonya di depan Tuhan. “Turunkan jodohku, Tuhan!”
*doa seorang Jomblo
——————————
Ce: Mmm, kalo aye jadi bulan, abang jadi apa?
Co: Abang tetep pengen jadi matahari neng…
Ce: Kan matahari ma bulan ga bisa ketemu bang?
Co: Kan bulan bisa bersinar karena sinar matahari neng
——————————
Yang membuat cewek tidak kelihatan cantiknya adalah saat dia upload foto bareng pacarnya, segimanapun cantiknya tetep aja jadi jelek!
——————————
Lowongan kerjaaa…
Gaji perbulan 5 juta…
Uang makan perhari 50.000
Tunjangan per tahun 70 jutaaa…
Posisi yang dibutuhkan…
Gelitikin mayat sampe ketawa… :D
——————————
Ciuman “sayang” di… kening…
Ciuman “kasih” di… bibir…
Ciuman “nafsu” di… dada…
Ciuman paling “panas” di… di… di… di… “SETRIKA” He,he puanaszz…!!!
——————————
Yank, walaupun tua nanti kau seperti Mak Nori, tapi bagiku kau tetap seperti Ashanty… :p
*alumni raja gembel taon 45
——————————
Kamu tuh orangnya ABCD
Asyik
Baik
Cakep
D’best
Selain itu kamu juga EFGH
Easy going
Funky
Gaul
Humoris
Tapi sayang aq tu cuman IJKL
I’m
Just
Kiding
Lol… @!!
——————————
Cowo: Eh eh… gw ada tebakan neh…
Cewe: Wah… ok ok… apa tebakannya?
Cowo: Panda apa yang paling imut, manis dan lucu?
Cewe: Semua panda mah imut kali…
Cowo: Enggak… ada satu yang paling ga ngebosenin…
Cewe: Nyerah deh…
Cowo: Panda-ngin kamu sepanjang hari…
Cewe: Ah… abang ah… (malumalubego)
Cowo: (cengengesan kaya kuda nyengir)
——————————
Seekor monyet telah kabur dari laboratorium penelitian dengan ciri-ciri:
1. Dia lagi main internet
2. Dia lagi baca kata-kata gokil
3. Dia bersiap nyebarin ini ke teman-temannya…
Piss ya… :P

Dokter Spesialis

Seorang dokter sedang menangis tersedu-sedu di depan sebuah makam yang tanahnya masih merah. Uniknya di pusara makam terletak batu nisan berbentuk “HATI” yang cukup besar dan mencolok.
Ustadz: “Sudah, ikhlaskan saja, jangan terus menangis…”
Doketr: “Ustadz, gimana saya tidak sedih. Bagaimana kalau saya yang mati?”
Ustadz: “Semua orang pasti mati, Dok!”
Dokter: “Begini lho, Ustadz, yang mati ini teman saya. Kami para kumpulan Dokter Spesialis sudah sepakat, siapa saja di antara kami yang mati maka akan dibuatkan batu nisan dengan gambar sesuai bidang spesialis yang kami tekuni.”
Ustadz: “Ooo… teman dokter yang mati ini apa spesialisnya?”
Dokter: “Dia spesialis HATI. Makanya batu nisan dia berbentuk hati.”
Ustadz: “Lalu apa yang membuat anda begitu khawatir?”
Dokter: “Lahh, kalau saya mati, gak bisa ngebayangin batu nisan yang akan dibuat untuk saya…”
Ustadz: “Emang dokter spesialis apa?”
Dokter: “Saya kan Dokter spesialis KELAMIN, Pak Ustadz!!”
Ustadz: “Astaghfirullah haladzim…” (sambil mikir) “Gak apa-apa, tenang aja, entar dipakein celana dalam…”

Nenek dan Cucu

Cucu: “Nek… ceritain donk tentang zaman mudanya nenek?”
Nenek: “Hmm… Iya dehh, dulu itu waktu nenek masih muda, kalo ke supermarket cuma bawa uang 10 perak, sudah dapat susu, gula, mie instant, pokoknya dapat banyak belanjaan.”
Cucu: “Wahh hebat yaa, kalo sekarang nek?”

DASAR-DASAR BELAJAR KOMPUTER

MENGENAL KEGUNAAN TOMBOL-TOMBOL KEYBOARD




Gambar di upload dari laptop pribadi Berikut ini adalah penjelasan fungsi-fungsi tombol keyboard:
Ctrl + A = (All)
digunakan untuk memilih seluruh objek baik gambar atau teks pada lembar kerja Ms Word untuk di Blok semuanya.
Ctrl + B = (Bold) Membuat kalimat yang diblok atau terseleksi menjadi tercetak tebal.
Ctrl + C = (Copy) Untuk mengcopy sebuah kata atau kalimat yang juga berfungsi menggandakan teks atau gambar yang diseleksi
Ctrl + D = (Font) Menampilkan Form ukuran Font untuk mengganti dan mengatur bentuk dan jenis font/ huruf
Ctrl + E = (Center) Membuat kalimat yang diblok menjadi rata ketenga pada suatu paragraf
Ctrl + F = (Find) Menampilkan Form untuk kolom pencarian yang berfungsi untuk mencari sebuah kata atau frase
Ctrl + G = (Go To) Menampilkan Form Find and Replace go to untuk menuju halaman yang diinginkan
Ctrl + H = (Replace) Menampilkan Form Replace yaitu untuk mengganti kata tertentu
Ctrl + I = (italic) Membuat hurup menjadi tercetak miring
Ctrl + J = (Justify) untuk membuat rata kiri dan kanan pada paragraf
Ctrl + K = (Hiperlink) Menampilkan Form Insert Hyperlink yang berfungsi untuk me-link-kan/ menghubungkan teks
Ctrl + L = (Left) Membuat naskah menjadi rata kiri
Ctrl + M = (Indent) Membuat left indent menjadi menjorok kedalam sedikit. berfungsi untuk menggeserkan First Indent, Hanging Indent dan Left Indent secara bersamaan ke sebelah kanan dalam sebuah paragraf
Ctrl + N = (New) Membuat halaman baru / membuka lembar kerja baru pada Ms Word
Ctrl + O = (Open) Berfungsi untuk membuka dokumen Ms Word pada lembar kerja
Ctrl + P = (Print) Menampilkan menu print untuk Mencetak dokumen pada printer
Ctrl + Q = Mengembalikan kesemula
Ctrl + R = (Right) Menampilkan kalimat yang diblok menjadi rata kanan
Ctrl + S = (Save) Untuk menyimpan naskah atau text pada lembar kerja MS Word
Ctrl + T = Membuat hanging indent
Ctrl + U = (Underline) Membuat garis bawah pada kalimat yang diblok.

Ctrl + V = (Paste) Menampilkan kata atau kalimat yang dicopy
Ctrl + W = Menutup layar Microsoft word
Ctrl + X = (Cut) Berfungsi untuk memindahkan teks atau gambar yang dilanjutkan dengan perintah paste
Ctrl + Y = (Redo/Repeat) Untuk kembali pada perintah yang telah dibatalkan
Ctrl + Z = (Undo) Mengembalikan kesemula
Ctrl + 0 = membuat langkah kebawah
Ctrl + 1 = Untuk mengatur line spasing dengan ukuran 1 pada pragraf (single)
Ctrl + 2 = Untuk mengatur line spasing dengan ukuran 2 pada pragraf (double)
Ctrl + 5 = Untuk mengatur line spasing dengan ukuran 1,5 pada pragraf
Ctrl + + = Membuat kalimat pada naskah yang diblok menjadi kecil
Ctrl + { = Memperbesar text yang di blok atau di seleksi dengan kelipatan 1 px
Ctrl + } = Memperkecil text yang di blok atau di seleksi dengan kelipatan 1 px
Ctrl + F1 = Menampilkan form Getting started
Ctrl + F2 = Menampilkan bentuk naskah dalam kertas sebelum dicetak ke printer
Ctrl + F4 = Menutup sebuah document dan kembali kedokument sebelumnya jika anda bekerja dengan beberapa document
Ctrl + F5 = Mebuat layar Microsoft Word menjadi ukuran sedang
Ctrl + F6= Membuat layar menjadi minimize
Ctrl + F9 = Membuat muka kurung dan tutup kurung
Ctrl + F10 = Membuat restore down dan maximize
Ctrl + F12 = Menampilkan menu Open
Ctrl + Alt + 1 = Membuat kalimat menjadi tercetak lebih besar ukuran hurupnya.
Ctrl + Alt + 2 = Membuat kalimat menjadi tercetak miring dan lebih besar ukuran hurupnya.
Ctrl + Alt + 3 = Mengembalikan ke seperti semula.
Ctrl + Shift + + = Menampilkan hurup yang diblok menjadi keatas
Ctrl + Shift + 8 = Membuat tanda enter
Ctrl + shift + = Memperkecil text yang di blok atau di seleksi dengan kelipatan 2 px
Shift + F3 = Untuk mengubah Sentence case, lowercase, UPPERCASE Dan Capitalize pada teks yang diseleksi secara bergantian
Alt + R = Menampilkan dalam bentuk cetakan atau print preview
Alt + F4 = Untuk Keluar dari Aplikasi Ms Word


Belajar dasar-dasar Komputer Bag-2 (Untuk Pemula)

Sobat Murusawa, melanjutkan postingan yang lalu Belajar dasar-dasar Komputer Bag-1 (Untuk Pemula)” sedikit akan saya ulas lagi bagian/komponen dalam komputer. Sebuah komputer pada umumnya dibagi menjadi 2 bagian yaitu:
1.  Hardware (perangkat keras)
2.  Software (perangkat lunak)
Pada postingan yang lalu telah sama-sama kita bahas tentang Hardware (perangkat keras). bagi yang belum membaca silahkan lihat disini. Pada postingan kali ini, saya akan coba menjelaskan tentang Software (perangkat lunak).
Software adalah sebuah kumpulan aplikasi/instruksi yang berfungsi untuk menjalankan suatu perintah, seperti memberikan informasi tentang hardware, menentukan fungsi hardware, dan menjalankan sistem pada komputer (OS).
Berdasarkan jenisnya software dibagi menjadi 3 yaitu:
Ø      Firmware atau yang akrab disebut Bios
Ø      Operating System (OS) contohnya: Windows, Linux, Mac OS, dll
Ø      Software Aplikasi contohnya Adobe, Office, Photoshop, WinAmp, WinZip, dll
Beberapa contoh fungsi software antara lain :
·   mengatur Input atau Output (I/O) dari PC
· menyediakan dan mengatur serta memerintahkan hardware agar dapat berjalan dengan baik
· menjalankan perintah-perintah tertentu seperti membuat dokumen, menggambar, memutar musik/film, dll.
Kita bahas satu persatu:
1.      Firmware (Bios)
Bios merupakan singkatan dari Basic Input/Output System. Bios adalah suatu perangkat instruksi elektronik yang digunakan komputer untuk memulai sistem operasi serta mendeteksi perangkat-perangkat hardware pada komputer apakah sudah berjalan dengan baik. BIOS terletak di dalam chip komputer dan dirancang untuk melindungi komputer dari kegagalan disk. Kapan dan dimana kita bisa melihat Bios? Bios dapat kita lihat pada saat pertama kali startup komputer (pada saat pertama kali kita menghidupkan atau merestart komputer).


Untuk masuk bios kita harus menekan tombol F2 atau Delete pada keyboard. Untuk Mobo berbasis Intel kebanyakan tombol F2 yang dipakai untuk masuk bios sedangkan untuk AMD memakai tombol Delete.
Fungsi BIOS:
Fungsi Bios adalah memberikan instruksi power-on self test (POST). Bios akan memastikan bahwa semua bagian pada komputer berfungsi baik, seperti penggunaan ram/memori, keyboard, mouse, HDD dan bagian lainnya. Jika ada kesalahan yang terdeteksi pada saat tes, BIOS memerintahkan komputer memberikan kode untuk setiap masalah. Kode Kesalahan biasanya bisa berupa pemberitahuan teks atau suara beep yang terdengar lama setelah startup.
Di bios ini lah terletak setingan booting sebuah komputer. contoh kalau kita hendak melakukan install ulang System Operasi (OS), first boot nya harus kita setting ke CD/DVD atau USB (jika kita melakukan install ulang melalui flash disk / external DVD). Apa saja yang dapat kita setting pada bios? Di bios kita dapat melakukan settingan jam, tanggal/bulan/tahun. mengatur auto shutdown pada suhu tertentu. Over clock. dll.
Saran saya untuk pemula, jangan banyak melakukan perubahan setingan awal pada bios (kalau belum paham benar), karena seandainya kita salah setting dapat berakibat kesalahan pada sistem operasinya. Bahkan yang lebih extrim lagi komputer tidak bisa melakukan booting alias tidak bisa masuk ke sistem operasi (OS). Dan kalau hal itu sampai terjadi, sobat jangan panik dulu, kembalikan ke posisi setingan awal dengan cara meng-klik Load Optimized Defaults. Maka bios akan kembali ke settingan awal pabrik.
2.      Operating System (OS)
Operating System (OS)  adalah perangkat lunak komputer atau software yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras, juga operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah data yang bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan user sebuah komputer. 
Operating System komputer merupakan software pada lapisan pertama yang diletakkan pada memori komputer ( Hardisk) pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi Komputer berjalan. Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk,, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan kernel suatu Sistem Operasi.
Operating System berfungsi sebagai penghubung antara lapisan hardware dan lapisan software. selain itu, Sistem Operasi komputer juga melakukan semua perintah-perintah penting dalam komputer, serta menjamin aplikasi-aplikasi yang berbeda fungsinya dapat berjalan lancar secara bersamaan tanpa hambatan. Sistem Operasi Komputer menjamin aplikasi perangkat lunak lainnya bisa memakai memori, melakukan input serta output terhadap peralatan lain, dan mempunyai akses ke sistem file. Jika beberapa aplikasi berjalan secara bersamaan, maka Sistem Operasi Komputer akan mengatur jadwal yang tepat, sehingga sebisa mungkin semua proses pada komputer yang berjalan mendapatkan waktu yang cukup untuk menggunakan CPU dan tidak saling mengganggu dengan perangkat yang lain.
Contoh-contoh dari Operating System (OS) misalnya adalah Windows, Linux, MacOS, dan lain lain. Di bawah ini contoh tampilan antarmuka sistem operasi
Tampilan Windows 7
Tampilan Linux
Tampilan Mac OS
3.      Software Aplikasi / Pendukung
Software Aplikasi / Pendukung adalah perangkat lunak yang bertugas membantu kinerja Operating System menjadi lebih maksimal. Pada saat ini telah banyak perusahaan yang mengeluarkan atau menciptakan software aplikasi ini.
Contoh:
·         Software Antivirus : Kaspersky, Avg, Avira, Avast, dll
·         SoftwarePengolah Kata : Adobe reader, Microsoft Office, dll
·         SoftwarePengolah Angka : Star office calc, lotus 123, Microsoft excel, dll.
·         SoftwarePengolah suara: winamp, media monkey, jet audio, dll
Dan masih banyak lagi software-software pendukung lainnya. Semoga Bermanfaat.